Healthy
Lifestyle

Kemunculan permasalahan Betis Sakit kerap ditandai dengan beberapa gejala berbeda pada setiap orang. Selain mengindentifikasi penyebab munculnya masalah ini, penanganan yang tepat akan memperkecil risiko munculnya risiko timbulnya permasalahan lebih besar pada kaki.

Dikutip dari laman Hellosehat, gejala betis sakit sering menjadi indikasi kaki butuh istirahat. Kondisi ini biasa terjadi pada saat Anda melakukan aktivitas berat kegiatan yang berhubungan dengan atau menggunakan kaki.

Seperti berolahraga, terlalu lama melakukan aktivitas jalan kaki, menyetir dan bahkan kesalahan karena penggunaan sepatu. Kemunculan salah satu jenis masalah kaki sakit ini biasanya bersifat ringan, meski demikian jika tak mendapat penanganan dengan baik, risiko permasalahan kaki lebih besar sangat mungkin bisa terjadi.

Baca Juga : Nyeri Pada Betis, Kenali Penyebabnya

Munculnya gejala nyeri betis sering dirasakan seperti tertusuk-tusuk. Kondisi ini biasanya bersifat ringan dan dapat segera teratasi setelah proses istirahan beberapa saat. Hanya saja, dalam kondisi tertentu, permasalahan sakit betis kadang tak bisa dipandang sebelah mata, terlebih jika ada beberapa gejala berikut yang turut menyertai :

  • Rasa nyeri betis disertai pembengkakkan secara fisik
  • Munculnya rasa kebas dan betis terasa dingin
  • Perubahan warna pada betis sehingga tampak lebih pucak
  • Munculnya rasa kesemutan pada betis
  • Beti dan tungkai terasa lemah, dan tak mampu digerakkan
  • Terjadi penumpukkan cairan pada betis
  • Perubahan warna merah dan betis tiba-tiba terasa hangat 

Beberapa kondisi diatas sering mengindikasikan betis memerlukan pertolongan medis lebih lanjut. Dan biasanya dalam tahap ini, seseorang membutuhkan dokter untuk berkonsultasi dan menemukan solusi tepat dalam hal mengatasi permasalahan ini.

 

Faktor Penyebab Betis Pegal dan Sakit

Faktor Penyeb Betis Pegal dan Sakit pada umumnya terjadi karena satu dan beberapa faktor. Dikutip dari Alodokter, kemunculan permasalahan tersebut terjadi diantaranya karena gangguan jaringan otot, sendi, tulang tendung, tulang, kulit, pembuluh darah dan jaringan saraf di sekitar betis.

Karena disebabkan banyak faktor, munculnya permasalahan nyeri betis kerap terjadi setiap saat. Baik setelah bangun tidur, setelah berolahraga, bekerja dan aktivitas lain yang berkaitan dengan pergerakan kaki.

Secara umum, kami menggolongkan beberapa faktor yang kerap menyebabkan munculnya masalah betis sakit yang sering dialami kebanyakan orang, berikut diantaranya :

Masalah Kram

Kram terjadi saat otot mengalami kontraksi secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh, salah satunya pada betis. Kondisi ini kerap terjadi saat Anda lupa melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Selain itu, masalah cedera otot, dehidrasi dan aktivitas berat kerap menyebabkan masalah kram yang berdampak pada nyeri betis.

Masalah Otot

Hampir sama dengan kejadian kram, kondisi otot akan mudah stress saat terlalu sering digunakan. Misalnya untuk aktivitas berlari, berenang dan jenis olahraga lain yang menggerakkan kaki. Kondisi ini kerap membuat seseorang mengalami permasalahan nyeri betis karena bagian otot yang tertarik.

Memar pada Kaki

Trauma cidera yang berdampak memar pada sekitar kaki juga kerap meningkatkan risiko nyeri betis pada seseorang. Kondisi ini biasa terjadi pada saat seseorang terjatuh, atau kaki mengalami benturan.

Memar yang terjadi kerap membuat jaringan kapiler pecah. Kondisi ini dapat berdampak pada perubahan warna kulit menjadi gelap, yang dampaknya dapat meningkatkan risiko nyeri betis dialami oleh seseorang.

Plantar Fasciitis

Atau sindrom kaki datar karena cekungan telapak kaki tidak melengkung sebagaimana mestinya. Kondisi ini selain disebabkan karena keturunan, kesalahan penggunaan sepatu juga kerap meningkatkan risiko Plantar Fasciitis.

Ketidak mampuan kaki meredam benturan atau kondisi Plantar Fasciitis, kerap berdampak pada munculnya rasa nyeri pada telapak kaki. Kondisi ini biasanya akan merembet pada munculnya masalah nyeri betis.

Sindrom DVT

Atau sindrom Deep Vein Thrombosis adalah gejala penggumpalan darah yang terjadi pada salah satu vena kaki. Gejala kemunculan permasalahan ini kerap ditandai dengan rasa sakit disertai pembengkakan dan perubahan warna kulit kaki.

Kemunculan permasalahan ini sering terjadi pada seseorang yang mengalami hipertensi, gangguan pembekuan darah, pengaruh obat, dan terlalu lama duduk. Selain itu kebiasaan merokok juga kerap meningkatkan risiko kemunculan permasalahan ini.

Masalah Varises

Kondisi Varises terjadi karena pembuluh darah sekitar betis membesar dan sering menonjol. Permasalahan ini terjadi karena kerusakan katup pembuluh darah yang berdampak pada aliran darah kembali. Selain munculnya gejala kram, kondisi ini biasanya juga disertai rasa nyeri betis.

Masalah Diabetes

Kemunculan masalah diabetes khususnya jenis Neuropati Diabetik kerap berdampak pada kerusakan sistem saraf. Hal ini disebabkan karena kadar gula yang tinggi dan terjadi pada bagian tangan dan kaki.

Kemunculan masalah ini sering disertai gejala kram kaki, melemahnya otot, kehilangan keseimbangan, mati rasa pada kaki dan nyeri pada betis.

Tendonitis Achilles

Merupakan permasalahan yang terjadi karena jaringan ikat otot tumit dan betis bekerja tidak sebagaimana mestinya. Karena tekanan terlalu besar pada otot betis, bagian tendon achilles mengalami pecah.

Kejadian ini memunculkan rasa nyeri di betis disertai pembengkakan. Rasa sakit yang muncul juga dapat merembet pada bagian lain di kaki.

Baca Juga : Masalah Kaki dan Tips Mengatasinya

Masalah Sciatica

Adalah permasalahan yang kerap disertai rasa nyeri di bagian pinggul. Kondisi ini disebabkan karena saraf Sciatic yang berfungsi mengontrol otot di bagian kaki dan belakang lutut mengalami permasalahan.

Kondisi ini kemudian memicu munculnya rasa sakit, mati rasa, kesemutan yang terasa dibagian bawah punggung. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini kerap berdampak pada munculnya rasa nyeri betis dan otot lain.

Kompartemen Sindrome

Merupakan permasalahan yang berawal dari cideranya otot pada betis karena kelebihan darah dan cairan lain yang menumpuk. Kondisi ini membuat kaki tidak bisa meregang dengan baik karena tekanan ekstra cairan pada sistem saraf dan pembuluh dari di bagian bawah kaki.

Kejadian ini biasa dialami seseorang karena trauma setelah mengalami kecelakaan dan sebagainya. Kondisi ini biasanya akan memunculnya gejala kesemutan, mati rasa, bengkak dan nyeri betis.

 

Tips Mengatasi Masalah Nyeri Betis

Rata-rata nyeri betis yang muncul sering tergolong ringan, hanya saja kemunculannya kerap mengganggu aktivitas karena akses kaki menjadi terbatas. Meski demikian hal tersebut tak bisa diremehkan, karena bisa menjalar menjadi permasalahan serius.

Seperti dikutip dari Mediskus, penanganan masalah nyeri betis dilakukan sesuai seberapa parah kemunculan masalah kaki ini. Untuk skala ringan, Anda bisa menggunakan terapi RICE atau Rest, Ice, Compression and Elevation.

Untuk melakukannya, Anda bisa mengistirahatkan sejenak betis (Rest) dan kompres dengan air es (Ice) selama kurang lebih 15-20 menit. Selanjutnya, jika betis terlihat bengkak, gunakan perban atau neoprene untuk membalutnya.

Posisi kaki ideal pada saat beristirahat adalah lebih tinggi dari jantung, gunakan bantal dalam hal ini untuk menyangga kaki. Jika dibutuhkan, obat anti nyeri bisa dikonsumsi seperti ibuprofen atau naproxen.

Sementara dalam kondisi serius, dengan gejala perubahan warna kulit menjadi pucat atau kemerahan, mati rasa, pembengkakan dan kaki sakit jika digerakkan, ada baiknya Anda segera pergi ke dolter. Dokter spesialis ortopedi akan memberi Anda solusi tepat dalam hal ini.

Pencegahan masalah nyeri betis bisa Ada lakukan dengan aktivitas peregangan sebelum beraktivitas (Seperti olahraga dan sebagainya). Selain itu, cukup air, mineral dan menjaga kesehatan tubuh adalah cara tepat menghindari masalah kram dan nyeri betis.

Share

Copyright 2017 thesolestudio all rights reserved

Follow us at