Healthy
Lifestyle

Healthy Foot

Memahami kebutuhan kesehatan kaki kadang tak semudah memenuhi kebutuhan estetika oleh banyak wanita dalam hal memilih Sepatu atau alas kaki. Untuk itu, keberadaan Best Orthopedic Insole sering menjadi solusi untuk mendapatkan manfaat keduanya.

Percayakah Anda, bahwa sepatu yang menurut Anda terbaik dalam menunjang penampilan pun, kadang sering memberi manfaat buruk bagi kesehatan kaki. Sehingga selain dapat merubah penampilan, hal ini justru akan membawa petaka bagi kesehatan kaki.

Untuk memenuhi kebutuhan sehat, sebuah sepatu sebaiknya dibuat sesuai dengan kebutuhan dan karakter kaki. Sehingga saat digunakan, media ini tak hanya sedap dilihat tapi juga nyaman pada saat digunakan.

Point penting dalam pembahasan ini adalah penggunaan bahan Sol. Pada sepatu sol terdiri dari dua bagian, bagian luar yang berfungsi menjaga kaki tidak slip sekaligus peredam benturan dan bagian dalam sebagai alas telapak kaki atau biasa dikenal dengan istilah insole.

Produk Best Orthopedic Insole bisa digunakan dan dikombinasikan dengan beragam jenis sepatu. cara ini dapat membantu Anda tampil optimal, dengan risiko permasalahan kaki minim. Terlebih bagi wanita dengan kecenderungan memilih produk sepatu yang dapat mencederai kaki.

Produk Best Orthopedic Insole bisa didapat hanya di Insole Shoe Store terbaik dan terpercaya. Kualitas bahan baku, pengalaman dan fasilitas seperti konsultasi biasanya menjadi standard, seperti yang biasa kita jumpai di The Sole Studio.

Baca : Mengenal Insole dan Solusi Kaki Stres

 

Tips Bersahabat dengan Beragam Jenis Alas Kaki Bagi Wanita

Dibanding produk sepatu untuk pria, produk sepatu atau alas kaki wanita lebih memiliki banyak ragam dan jenisnya. Meski terlihat cocok dalam hal meningkatkan penampilan, namun ada baiknya kita memahami aturan memakainya agar kaki tetap sehat.

Seperti dikutip dari Vemela, jenis sepatu dan alas kaki wanita dibedakan berdasarkan beberapa jenis. Berikut cara “bernegosiasi” dengan beragam jenis sepatu agar kaki tetap sehat, aktivitas setiap hari pun berjalan lancar tanpa masalah nyeri kaki.

 

Jenis Flip Flop

Tak hanya wanita, jenis alas kaki ini sering popular digunakan karena alasan praktis dan nyaman. Biasa juga dikenal dengan sebutan sandal jepit, karena dalam penggunaanya alas kaki ini memiliki tuas yang dijepit antara jempol dan jari telunjuk kaki.

Andrew Shapiro dari American Podiatric Medical Association mengingatkan, jenis alas kaki ini sangat buruk dampaknya bagi kaki, terutama saat terlalu sering digunakan. Karena jenis alas kaki ini rata-rata memiliki alas telapak kaki datar, sehingga tak mampu menopang dengan baik bagian arch.

Jenis alas kaki ini disarankan digunakan dalam waktu singkat. Jika tidak, seseorang dapat berisiko mengalami beberapa permasalahan dengan kaki. Seperti kaki terkilir, patah jari kaki, masalah peradangan pada tendon kaki (Tendonitis) dan Plantar Fasciitis (nyeri pada bagian telapak dan tumit kaki).

Solusi menggunakan alas kaki Flip Flop: Untuk alasan kesehatan kaki, ada baiknya jika jenis alas kaki ini tidak digunakan dalam jangka waktu lama. Gunakan hanya untuk jarak pendek, jenis alas kaki ini cocok digunakan di pantai atau kolam renang.

 

Sepatu Hak Tinggi

Atau biasa dikenal dengan sepatu High heels. Jenis sepatu ini biasa dianggap sebagai biang permasalahan kaki, salah satunya masalah Plantar Fasciitis atau nyeri pda bagian telapak dan tumit kaki. Penggunaan jenis sepatu ini sering dianggap ampuh meningkatkan penampilan seseorang, sehingga sangat popular digunakan banyak wanita di dunia.

Penggunaan jenis sepatu ini kerap membuat bagian Tendon Achilles (cekungan otot tendon antara tumit dan betis) menjadi lebih pendek. Kondisi ini dalam kurun waktu tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya tendonitis.

Kemunculan permasalahan ini kerap disertai oleh rasa nyeri di bagian kaki lutut, pinggul, pinggang dan bahkan punggung.

Solusi menggunakan Sepatu Hak Tinggi: Seperti menggunakan alas kaki Flip Flop, penggunaan jenis sepatu ini biasanya disarankan tidak dalam kurun waktu lama. Atau gunakan dim omen-momen terntentu, seperti saat berpesta dan sejenisnya.

Saat menggunakan untuk bekerja, sebaiknya sepatu hak tinggi digunakan pada saat masuk dan keluar kantor saja. Untuk mengurangi tekanan pada tumit, Anda bisa menggunakan tambahan Cushion pada tumit yang berfungsi layaknya insole atau tatakan telapak kaki.

Baca : Masalah Kaki Sakit dan Tips Mengatasinya

 

Jenis Sepatu Pointy-Toed

Seperti namanya, jenis sepatu ini memiliki ujung runcing, dengan bagian depan menyempit. Dan biasanya alas kaki atau sepatu jenis ini dikombinasi dengan hak tinggi yang dipandang dapat meningkatkan penampilan seorang wanita yang memakainya.

Sayangnya, kombinasi keduanya kerap membuat kaki sangat tersiksa. Beberapa permasalahan pun muncul, seperti metatarsalgia (rasa sakit dan peradangan di telapak kaki) dan hammer toes. Selain itu, dalam jangka waktu panjang, jenis sepatu ini juga kerap membuat risiko peradangan di system saraf antara jari kaki.

Solusi menggunakan jenis sepatu Pointy-Toed: Penggunaan jenis sepatu ini sering dibayar “cukup mahal” terutama dalam hal kesehatan kaki. Untuk menghindarinya, pilih sepatu dengan ruang jari lebih luas, cara ini akan mempemudah kaki dalam bergerak dan menjaganya tetap sehat.

 

Sepatu Flat

Atau biasa dikenal dengan Flat Shoes, sering digunakan karena alasan nyaman dan sederhana. Menurut Shapiro, meski sangat nyaman, jenis sepatu ini tak ubahnya menggunakan sandal jepit. Fasilitas penopang telapak kaki yang minim membuat Anda berisiko mengalami beragam permasalahan nyeri kaki.

Seperti masalah tendonitis, plantar fasciitis (Nyeri pada bagian telapak kaki), dan risiko gangguan lack of support pada kaki. Hal ini dikarenakan bagian arch telapak kaki yang tak tertopang dengan baik, sehingga jari kaki mengerucut seperti menggunakan sepatu dengan ujung lancip.

Solusi menggunakan Sepatu Flat: Tak selalu jenis sepatu ini “berdosa” atas kemunculan beragam permasalahan pada kaki. Karena jika Anda menggunakan jenis sepatu atau menambah bagian insole khusus yang didesain sesuai lekuk kaki, risiko permasalahan kaki bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.

 

Jenis Sepatu Backless/Strapless

Seperti sepatu hak tinggi, jenis sepatu ini juga kerap digunakan karena alasan dapat meningkatkan penampilan seorang wanita. Sayangnya, penggunaan jenis sepatu ini kurang begitu dianjurkan karena alasan masalah kesehatan (kaki).

Menurut Shapiro, jenis sepatu ini sering didesain tanpa mempertimbangkan fungsi kerja kaki. Sehingga bagian jari akan bekerja sangat keras dalam menggenggam. Dampaknya, pencinta jenis sepatu ini kerap mengalami permasalahan Hammer Toes.

Tak hanya itu, tumpuan dan kerja keras satu bagian tertentu pada kaki dapat mengakibatkan munculnya masalah kapalan. Terutama bagian belakang belakang tumit kaki yang secara terus menerus berinteraksi dengan bagian belakang sepatu saat digunakan untuk bergerak.

Solusi menggunakan Sepatu Backless/Strapless: Sepatu ini tidak dianjurkan karena tidak memenuhi kebutuhan kaki sehat. Untuk itu, sebaiknya tidak digunakan atau gunakan jenis sepatu ini dalam waktu singkat.

 

Jenis Walking Shoes

Jenis sepatu ini biasanya didesain mengikuti lekukan kaki, sehingga sangat nyaman digunakan untuk beraktivitas (jalan-jalan). Tak hanya itu, penyesuaian penggunaan bahan baku, membuat jenis sepatu ini didesain sesuai fungsi mekanik tubuh.

Fasilitas tersebut biasa diwujudkan dengan bagian area bawah jari kaki yang fleksibel dan penopang bagian arch (Cekungan di telapak kaki). Meski demikian, keberadaan fungsi ini sangat sederhana, dibanding jenis running shoes.

Solusi saat menggunakan Walking Shoes: Jenis sepatu ini biasanya sangat ideal untuk aktivitas berjalan, namun tidak disarankan untuk aktivitas berlari. Karena support yang kurang maksimal bantalan telapak kaki, memungkinkan Anda mengalami cidera dan sebagainya.

Share

Copyright 2017 thesolestudio all rights reserved

Follow us at