Healthy
Lifestyle

Healthy Foot

Tahukah Anda, jika apapun jenis alas kaki yang Anda kenakan akan terasa nyaman dipakai berkat salah satu bagian penting. Yakni Insole, atau sol dalam adalah lembaran yang membentang didalam alas kaki dan menopang bagian telapak kaki. Bagian ini juga biasa dikenal dengan istilah footbeds.

Tak hanya menjaga kebersihan dan melindungi kaki, sepatu atau alas kaki sering dipilih karena pertimbangan estetika. Tak jarang, saking cintanya dengan sepatu seseorang menjadikan salah satu jenis alas kaki ini sebagai bagian dari koleksi.

Terlepas dari fungsinya untuk koleksi, pemilihan sepatu atau jenis alas kaki lain sering didasarkan karena alasan kenyamanan. Terutama pada saat benda tersebut digunakan setiap hari dalam intensitas waktu lama.

Faktanya, tak selalu produk sepatu branded dengan harga selangit akan terasa nyaman untuk kebutuhan tersebut. Munculnya rasa pegal, permasalahan pada betis dan nyeri di sekitar telapak kaki yang muncul sering menandakan bahwa sepatu kurang bisa memberi kenyamanan.

Tanpa harus ganti sepatu, solusi populer yang sering dilakukan adalah dengan mengganti bagian sol dalam sepatu lama dengan Insole khusus. Produk ini biasanya dijual terpisah dengan kelebihan lebih nyaman karena didesain berdasarkan struktur telapak kaki. Sehingga lebih nyaman saat digunakan.

Perangkat ini biasanya ditawarkan dari beragam jenis bahan baku. Salah satunya bahan sintetis, dengan tingkat elastisitas tinggi. Beberapa materi bahan baku khusus juga sering ditambah, dengan harapan tak hanya nyaman dipakai, alat ini juga membuat kaki bebas bau dan dapat mengendalikan kelembaban. Sehingga memiliki karakteristik anti-bakteri.

Namun dari semua fungsi yang ditawarkan, produk bantalan kaki populer berfungsi memberi kenyamanan terutama pada bagian telapak kaki. Sehingga seseorang terhindar dari beragam masalah kaki yang sering didapat dari kebiasaan menggunakan alas kaki flat. Sekaligus membentuk struktur kaki menjadi lebih baik.

Baca Juga : Gejala Anak yang Mengalami Masalah Flat Feet

 

Sejarah Insole

Tak ada catatan secara resmi kapan pertama kali produk Insole pertama kali ditemukan. Tapi tahukah Anda, jika benda ini pertama kali ditemukan dan ditawarkan oleh pelaku bisnis penginapan?

Ide membuat benda ini berawal dari keluhan para pelancong yang mengeluh sering mengalami kesakitan pada bagian kaki. Kegiatan jalan-jalan dan berwisata yang sering tidak disadari membuat mereka jalan lebih jauh, pada akhirnya memberi dampak munculnya keluhan pada kaki mereka.

Foodbeds atau Insole pun akhirnya menjadi solusi para pelancong berjalan-jalan dalam kondisi kaki terlalu capek saat di penginapan. Cara ini bahkan dianggap cukup efektif dalam mengurangi rasa nyeri pada kaki.

Awalnya alat ini diciptakan secara konvensional dan terbuat dari bahan baku khusus. Seperti dari kulit hewan dan material dengan kareter hampir sama dengan postur empuk dan nyaman saat dikenakan.

Inspirasi ini yang pada akhirnya memberi ide pembuat sepatu profesional dengan menciptakan Insole modern. Hanya saja, bahan kulit tidak digunakan dengan alasan membuat sepatu lebih berat dan kurang nyaman.

Kebutuhan sepatu nyaman dan ringan membuat bahan thermoplastik akhirnya dipilih sebagai bahan baku Insole. Bahan ini mudah sekali diolah, dengan melalui proses pemanasan. Dibentuk sedemikian rupa dengan tujuan memberi kenyamanan (bantalan) telapak kaki saat berpijak.

Insole modern akhirnya diciptakan dengan fungsi yang telah disesuaikan dengan faktor Orthotik. Produk ini ditawarkan terpisah dengan produk alas kaki. Dengan tujuan dapat digunakan pada jenis alas kaki apapun.

Posisi di bawah, sebagai penopang tubuh secara keseluruhan membuat kaki mudah mengalami “stres”. Gejala ini sering diikuti dengan munculnya rasa nyeri di pergelangan kaki, lutut dan bahkan pinggul. Gejala yang hadir bisa bervariasi, mulai ringan hingga permasalahan serius.

Oleh karena itu merawat kaki tak selalu dengan konsep estetika. Mengutamakan kesehatan dan menghindarkan risiko kaki mengalami stres sangat penting dilakukan. Caranya dengan memilih sepatu dengan ukuran yang pas, ditambah dengan Insole orthotik dengan bantalan nyaman di kaki.

 

Faktor Pengaruh Usia Penggunaan Ideal Insole

Seperti sepatu dan peralatan lain, penggunaan Insole juga memiliki usia pemakaian. Batas tersebut biasanya akan terasa saat kenyamanan yang sering kita rasakan saat menggunakan alat ini sudah mulai hilang, bahkan tidak terasa.

Terlalu sering menjadi tumpuan tubuh, produk Insole pada akhirnha akan mengalami massa aus. Atau idealnya, digunakan sesering mungkin produk ini sebaiknya diganti antara enam hingga sembilan bulan sekali demi masalah kenyamanan.

Meski demikian, usia penggunaan Insole seseorang kadang berbeda dengan yang lain. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut beberapa diantaranya :

Kualitas Bahan Baku Insole

Jangan mudah terpancing dengan produk yang ditawarkan dengan harga murah. Karena produk Insole berkualitas tentu diproduksi dari material terbaik. Sehingga terjamin kualitas dan usia penggunaannya.

Buruknya bahan baku akan membuat Insole yang Anda gunakan tidak bisa bertahan lama. Belum mencapai usia penggunaan ideal, unsur kenyamanan sudah hilang. Hal tersebut yang pada akhirnya membuat biaya yang sudah Anda keluarkan menjadi sia-sia.

Sementara produk Insole berkualitas akan memiliki usia pemakaian lebih lama, alias awet. Dalam hal bahan baku hingga kenyamanan yang Anda rasakan lebih lama, dari produk dengan bahan baku buruk.

Berat Badan

Jangan heran, usia penggunaan Insole seseorang kadang berbeda dengan orang lain. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan berat badan. Hal ini salah satunya juga berpengaruh pada usia penggunaan produk, dan kapan harus menggantinya dengan yang baru demi alasan kenyamanan.

Semakin tinggi berat badan seseorang, tentu akan semakin besar pula beban yang ada pada kaki. Hal ini yang pada akhirnya berimbas pada beban di Insole alas kaki Anda. Dan pada akhirnya membuat usia penggunaan menjadi lebih pendek.

Sementara itu, badan kurus akan membuat beban Insole menjadi lebih ringan. Ini artinya, bantalan akan lebih lama terasa nyaman. Sehingga orang kurus biasanya memiliki usia penggunaan produk lebih lama.

Aktivitas Setiap Hari

Seperti sepatu, sesering mungkin Anda pergunakan alas kaki ini akan cepat mengalami aus, sehingga harus diganti dengan yang baru. Hal ini juga berlaku pada penggunaan produk Insole.

Aktivitas padat setiap hari, kadan membuat kita dituntut senantiasa berdiri atau beraktivitas dengan alas kaki yang sama. Hal ini yang juga akan berdampak pada usia penggunaan Insole.

Sesering mungkin Anda pergunakan, struktur benda akan mudah berubah dan aus. Hal ini yang pada akhirnya mengurangi tingkat kenyamanan alat pada saat digunakan.

Share

Copyright 2017 thesolestudio all rights reserved

Follow us at